Minggu, 14 Juni 2009

Ungkapan-ungkapan bodoh serta humor-humor bodoh yang lain, tentang cinta!





Anda melihat sesuatu yang berkilauan dari lantai dua atau tiga rumah anda, atau sesuatu yang berkilau di balik tumpukan jerami di landaian sebuah tebing yang curam? Anda melompat bergegas. Ternyata dugaan anda keliru. Itu bukanlah berlian, sebagaimana yang anda harapkan, sesutu yang berkilau dan berharga tinggi. Anda mengerang kesakitan, tapi tidak mengapa. Itu adalah cinta!
@ Erich Tinggi, Mei 2009.

#




Seperti selembar kain percah yang melingkar di tubuh anda di musim dingin, untuk menghangatkan tubuh anda. Itu adalah selembar kain percah yang sama yang anda bentangkan di atas hamparan pasir pantai di tepian sebuah pantai di musim dingin, atau di taman kota di musim semi, untuk anda tidur dan bersantai ria, di atasnya, sambil menikhmati pemandangan alam, ombak, sunrise, sunset dan bunga-bunga.
@ Erich Tinggi, Mei 2009.

#




"Tetanggaku memiliki selimut dari kain percah. Sekarang ada di jemuran yang menghadap ke rumah kami. Sudah seminggu lebih dia tergantung di sana. Sepertinya, pemiliknya sama sekali tidak menghiraukannya. Mereka mungkin tidak membutuhkannya lagi. Tapi mengapa selimut kain percah itu masih juga tergantung di sana?"

"Tidak, mudah-mudahan kesimpulanmu itu salah. Pemiliknya sedang jatuh cinta. Entah kepada siapa. Itulah menurutku! Kau merasa terganggu karena itu?"

"Tidak separah itu. Sedikit, seperti itulah."

"Kalau begitu, orang itu mungkin anda!"


"Aku..., seperti yang kau katakan?"
@ Erich Tinggi, Mei 2009.

#




Cinta itu seperti buah terbaik dari satu musim panen. Akan tiba harinya dimana dia akan membusuk sama seperti hasil panen terburuk yang anda hasilkan di musim panen itu. Anda akan terus mengingatnya, mengenang rupanya, sambil mengharapkan kejadian serupa itu terulang kembali, di musim panen berikutnya.
Yang pasti bahwa, di setiap musim panen, akan selalu ada hasil panen terbaik dan yang terburuk!
@ Erich Tinggi, 2009.

#




Cinta itu adalah berkarung-karung biji tomat yang terbaik di gudang kehidupan anda. Jika tidak pernah menyemaikan sebiji cinta, anda tidak akan pernah memetik buah tomat milik anda sendiri! Sebiji tomat sekalipun.
@ Erich Tinggi, 2009.

#




Kau memang bodoh sekali. Temanku yang paling bodoh, tak keliru lagi. Itu mungkin akan sangat menyakitimu! Tidak mengapa. Jika ada, aku akan mengambil resiko itu. Aku mencintainya!
@ Erich Tinggi, 2009.

#




Semua cinta di dunia, dimasa lalu, sekarang dan di masa depan, akan membuat siapapun menangis dan tertawa. Itulah pengalaman yang akan anda temui dan rasakan dan yang pernah dialami oleh mereka yang pernah memiliki cinta, sebelum anda memilikinya!
@ Erich Tinggi, 2009.

#




Seorang pria berwajah manis, kekar tubuhnya, terlihat sedang duduk berjongkok di atas tepian kasurnya. Asap rokok yang tebal memenuhi seisi ruang kamarnya yang pengap. Secangkir kopi di depannya tinggal seperempat. Sudah berjam-jam dia duduk termenung, merenung sendirian di sana, ketika tiba-tiba pintu kamarnya dibuka oleh seseorang.
Temannya.

"What is in your mind? Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya kawannya itu.

Dia terhenyak, kaget dengan pertanyaan itu. Tapi tak langsung menjawab, memberikan tanggapannya. Dia menyeruput sedikit kopi dari gelasnya, menghisap rokoknya lalu menghembuskannya dengan nafash yang berat ke balik bola lampu 5 watt di atasnya.

"Cinta, kawan!" jawabnya.
@ Erich Tinggi, 2009.

#




Seorang yang berlari mengejar cinta, adalah seseorang yang semakin dia mendekati tujuannya, langkahnya semakin lebar, larinya semakin cepat dan nafashnya semakin menggebu. Ketika dia sampai di sana, di tempat tujuannya, di pelukan kekasihnya, si jantung hatinya, kekasih jiwanya, pada saat itu di akan tersadar bahwa ternyata dirinya telah berlari dari tempat yang sangat jauh, di jalannya yang mendaki!
@ Erich Tinggi, 2009.

#




Aku sangat mencintamu, sungguh! Aku memujamu lebih dari siapapun, ini kenyataan. Aku memimpikanmu siang dan malam, itupun jika aku boleh sedikit bermimpi denganmu. Tapi aku tidak sanggup mengatakan semuanya padamu, di depanmu.

"Kalau begitu pergunakan saja tanganmu, sebelum engkau menemukan yang lain!"
@ Erich Tinggi, 2009.

#




Dia seperti seekor burung puyuh yang lemah dalam genggaman. Jika engkau memegangnya terlampau erat. Dia akan lemas, tulang-tulangnya remuk dan redam, dan diapun mati. Seperti itulah cintamu, dan kekasih hatimu. Kau tidak akan bisa berbuat banyak hal, apapun dengan sesuatu yang telah mati, bukan?

Jika engkau memegangnya dengan tidak berhati-hati, terlampau luwes dan leluasa, diapun akan melompat dari genggamanmu, menyelinap di antara semak-semak dengan gesitnya, dan secepat itupun, dia menghilang dari hidupmu. Jika engkau terlalu sangat mencintainya, dia akan membawa jiwamu menghilang bersama dirinya, di balik semak belukar.
@ Erich Tinggi, Mei 2009.

#




Jangan kau terlampau berharap banyak pada cinta! seperti sebuah pesta yang akan berakhir di penghujung pada suatu malam, seperti kembang yang mekar indah berseri di suatu musim, lalu layu dan mengering di musim yang baru. Yang dapat engkau lakukan hanyalah menikhmati meriahnya pesta sedapat yang kau bisa, malam itu, sekalipun hanya untuk semalam. Banyak orang sepertimu yang bahkan lebih baik darimu yang ingin ikut serta hadir dalam pesta semalam itu, namun tidak ada undangan yang dikirimkan untuknya.

Saat kembang di taman hidupmu berkembang mewangi, mekar dengan indahnya, pejamkan matamu dan hirup harumnya hingga menembus akalmu dan jiwamu, karena besok, mungkin dia akan layu dan menjadi bunga yang tak lagi indah dipandang mata, harum dan mewangi, melainkan setangkai kembang yang dihempaskan keatas tumpukan ilalang-ilalang kering yang mulai berasap.

Semoga kau masih punya cukup waktu untuk semarak pesta yang lain, atau musim berbunga berikutnya.
@ Erich Tinggi, 2009.

#




Sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara;

"Mendekatlah, biar kupeluk erat tubuhmu dan jiwamu, biar kuhirup wangimu dan kubawa engkau terbang ke Nirwana, sayangku!'

"Hus...., lepaskan tanganmu, sialan. Kau saja yang ke sana!"

"Tunggu. Gretchen, kau mau kemana?"

"Membeli Hot Dog, bodoh!"
@ Erich Tinggi, 2009.

#




"Lepaskan tanganmu!" teriak si perempuan.

Cepat si pria mengeluarkan tangannya dari balik jeans Levi's, kekasihnya.

"Gretchen, kau tidak mencintaiku, ya?" tanyanya mengiba.

"Oh my God!"
@ Erich Tinggi, 2009.

#




"Ini adalah kereta terakhir. Bersiaplah sayang!" ujar kekasih perempuan kepada kekasihnya yang tengah tertidur di atas kursi peron, di sebuah Stasiun Kereta. Dia berpura-pura tertidur. Di pikirannya adalah kamar di salah satu hotel yang tak jauh dari stasiun kereta tersebut. Akhirnya, Keretapun tiba. Penumpang satu demi satu naik dan turun, hingga ke orang yang terakir. Sebentar, lalu melanjutkan perjalanannya. Beberapa saat setelah itu...

"Gretchen, kau ada di mana? Gretchen?" teriaknya mencari kesana-kemari.

Tinggal dia sendirian menunggu pagi, di peron yang gelap, dingin dan membisu itu.
@ Erich Tinggi, 2009.

#




Siapakah yang pernah mendengar; Kepompong lebih indah dari Kupu-kupu?
@ Erich Tinggi, 2009.

#




Seperti setetes empedu di ujung lidah, rasa cintamu benar-benar terasa pahit di kehidupanku, membuatku muak!
@ Erich Tinggi, 2009.

#




Suatu hari, saya mendapat sebuah e mail dari seseorang yang tidak saya kenal. Isinya, dia mengeluh tentang betapa susahnya dia menemukan salon make up / salon kecantikan di sekitar Kuta, Legian, Sanur dan Tanah Lot. Boleh jadi, dia adalah seseorang turis domestik yang ingin merias dan mempercantik dirinya sebelum melenggang menebar pesona di sepanjang Legian dan Kuta. Dia adalah seorang turis yang belum melihat banyak hal dan berjalan cukup jauh. Dia adalah seorang turis di perempatan jalan yang tersesat dalam perjalanan menuju ke salon.

Jawab saya memberi tips: Jangan panik. Tetap fokus dann memperhatikan. Coba berkeliling sedikit lagi, mungkin anda akan menemukannya. Akan tetapi, kalaupun ternyata anda belum berhasil dengan semua upaya anda, cepat kumpulkan alat-alat make up anda, masukkan ke dalam kotak rias dan pergi dari tempat anda sekarang. Cari pantai yang terdekat dengan anda, lalu cobalah merias diri anda sendiri. Dibawah hembusan angin pantai yang semriwir dan sinar matahari, ini bisa saja menjadi pengalaman yang unik dan menarik untuk anda.

Jika anda ragu dengan kemampuan anda sendiri, cobalah bergantian dengan teman yang menyertai anda. Jika itupun tidak memungkinkan, anda ternyata hanyalah seorang pelancong solo, jangan malu-malu, minta tolonglah terhadap salah seorang Beach Boy yang ada di pantai itu. Minta dia merias anda, mempercantik anda. Jika sudah selesai dengan urusan kecantikan tersebut, tidak ada salahnya jika anda mencoba sidikit usapan dan pijitan di tubuh anda. Pijitan yang baik akan merenggangkan otot-otot anda, menyegarkan pikiran anda dan menenangkan bathin anda.

Bukan tidak mungkin, anda akan mendapatkan seorang tukang pijit yang romantis. Dan, kalau hal ini yang terjadi, saya hanya bisa berkata;

"Selamat bersenang-senang, Nyonya!"
@ Erich Tinggi, 2009.

#




"Aku baru melihatnya?"

"Dia memang orang baru, Pa!"

"Perasaanmu?"

"Puas banget!"

"Ada yang istimewa dari dia?"

"Dia lebih bertenaga dari yang sebelum-sebelumnya. Dia juga sangat kreatif dan eksploratif!"

"Maksudmu?"

"Dia tidak hanya memberiku pijatan dan remasan yang hebat di sekujur tubuhku, dia bahkan menyertakan ciuman yang hangat dan berselera pada semua bagian yang telah dia pijit!"

"Maksudmu kalian baru saja bercinta?"

"Seperti itulah , Pa!"

"Kau benar-benar gatal!"

Si Isteri tersenyam-senyum, berseri-seri. Wajahnya memerah. Tubuhnya lemas, tapi seger. Tetesan-tetesan keringat membasahi dashternya yang tipis.

"Tapi dia cuma seorang tukang pijit, Pa!"

"Benar, seorang tukang pijit yang gatal, sama seperti kau. Dimana tukang pijit itu sekarang?"

"Sudah pergi!"

"Sialan!"

"Loh, kenapa Pa?"

"Papi juga gatal, Mam!"
@ Erich Tinggi, 2009.

#




Seorang anak yang sedang berlatih melukis tiba-tiba menangis terisak-isak. Si Ibu yang ada di dekatnya cepat menghampiri, mencari tahu apa penyebabnya.

"Joe, kenapa menangis?" tanya ibunya heran.

"Balonku yang berwarna kelabu itu pecah, Ibu!"

Si Ibu melirik ke coretan-coretan sederhana di atas kanvas. Diantara balon merah, kuning, biru dan hijau dalam ukuran besar, terlihat pecahan-pecahan balon
berwana jingga, di sekitarnya.

"Bagaimana kalau kau melukis satu balon yang lain lagi, yang baru. Tapi jangan terlalu besar, nanti meledak lagi. Ok?"

"Tidak mengapa, Ma!"

"Bagaimana kalau kamu nanti kamu menangis lagi?"

"Oh iya!"
@ Erich Tinggi, 2009.

#




Sorang pelukis nampak terlihat murung dan kehilangan selera di hadapan kanvas putih di depannya.

"Ada apa?" tanya seseorang menunjukkan perhatiannya.

Aku seharusnya telah melukis sesuatu yang hebat di sini, tapi hal-hal yang terlintas di benakku di depan mataku semuanya adalah hal-hal yang tidak aku sukai, yang mengecewakan, yang aku sangat membencinya. Kalaupun aku memaksakan diri melakukannya, ini akan menjadi sebuah lukisan yang indah namun nampak suram dan tidak menyenangkan. Ini tidak akan mencetuskan debaran dan semangat apapun.

Hidup ini di penuhi oleh hal-hal yang indah, dan sebagiannya adalah hal-hal indah yang tidak berarti apa-apa. Kau bisa merasakan bagaimana rasanya dikelilingi oleh hal-hal yang indah namun mengecewakan, kosong dan tidak berarti apa-apa, khan?
@ Erich Tinggi, 2009.

#




"Kau cukup menarik. Saya berniat mencoba , menicipi beberapa hal dari dirimu!" demikianlah pesan yang masuk dari seorang fans dalam Facebook-ku.

"Syukurlah kau cepat menyadarinya," balasku. "Kau berhasil menemukan titik sudut pandangnya, itu bagus. Jika kau ingin mencoba beberapa hal yang sedikit menegangkan denganku, silahkan saja. Semoga kau bisa menikhmati dan pastinya kau tidak akan merasa kecewa nantinya. Pertanyaaku; Kamu, kita akan memualinya dari mana, dan seperti apa?

Pertanyaan saya berikutnya, bagaimana kau menyikapi perasaan tertarik yang muncul dalam benakmu itu? Perasaan tertarik menandakan bahwa ada sesuatu yang memenuhi haraopan-harapan, nilai dan ukuran-ukuran kita tentang sesuatu hal yang ideal, entah itu tentang seseorang atau sesuatu. Rasa tertarik , bukanlah sesuatu yang final, dalam hal ini dan tidak terbatas, sekalipun ia sangat subjektif. Dia terus berkembang dan bergerak dinamis. Oleh karena itu, tidak heran jika seseorang dapat tertarik pada beberapa hal yang seruopa atataupun berbeda sama sekali dengan alasan-alasan yang berbeda.

Coba anda keluar dari tempat anda sekarang. Semakin jauh anda melangkah, niscaya anda akan semakin banyak melihat dan bertemu dengan orang-orang yang menarik, dengan kekhususannya masing-masing. Kota tempa tinggal anda dipenuhi oleh orang-orang yang menarik. Kau mungkin hanya perlu sedikit berjalan, membuka mata dan bersikap terbuka. Apa lagi yang ingin aku katakan selain, berbesar hatilah atas apresiasi yang telah kamu berikan atas diri saya.

Belum seberapa lama saya membuka account Facebook ini, ini mungkin terlihat terlampau cepat bagi kita, tapi saya coba memaknainya dengan pernertian bahwa mungkin memang ada hal-hal yang harus terjadi dan terungkap lebih cepat dari yang biasanya. Apa itu juga yang kau maksudkan, dan harapkan?
Sambil menunggu jawabannya, saya membaca beberapa pucuk e mail di windows live saya.

Akhirnya dia membalas. dengan pesan tertulis; Saya akan berusaha berpuas diri denganmu, paling tidak untuk saat ini! serta tambahan vidoe mp3 lagu I will always love you yang dilantunkan oleh Whitney Houston. Cepat saya memutarnya sambil mulai menulis comentar saya yang terakhir malam itu.

"Kalau begitu, tunggu apa lagi, bercinta yuk!"
@ Erich Tinggi, 2009.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar